Windows 8 Bisa Diunduh di Situs Ini

Presiden Direktur Microsoft Indonesia Andreas Diantoro menunjukkan perangkat tablet PC yang dilengkapi sistem operasi Windows 8 saat peluncuran sistem tersebut di Singapura, Kamis (25/10/2012) siang.


Sistem operasi terbaru dari Microsoft, yakni Windows 8, kini sudah dapat dinikmati secara resmi. Pengguna dapat mengunduhnya langsung dari internet.

Presiden Direktur Microsoft Indonesia Andreas Diantoro mengatakan, sistem operasi (OS) tersebut dapat diperoleh melalui situs web www.windowsupgradeoffer.com.

Tawaran download dibuka bersamaan dengan peluncuran Windows 8 yang dilakukan secara serentak pada Jumat (26/10/2012). Khusus di Asia, pengumuman peluncuran Windows 8 ini dilakukan di Singapura, Kamis (25/10/2012).

Andreas mengatakan, instalasi Windows 8 ini dapat dilakukan dengan cara bermigrasi dari OS versi sebelumnya ataupun instalasi tunggal dari perangkat non-OS. Migrasi OS yang dibeli sebelum Juni 2012 dikenai harga 39,99 dollar AS. Ini berlaku untuk migrasi dari semua versi Windows sebelumnya menjadi Windows 8 Pro.

Adapun migrasi untuk OS yang dibeli mulai Juli 2012 dikenai harga 15 dollar AS. Tawaran ini berlaku hingga 31 Januari 2013.

"Untuk Windows 8 Pro versi retail, yang dilengkapi DVD dan petunjuknya, dijual dengan harga 69,99 dollar AS," kata Andreas.

Sistem operasi Windows 8, yang dibuat untuk komputer desktop dan tablet PC, terdiri dari tiga varian, yakni Windows 8, Windows 8 Pro, dan Windows RT.

Windows 8 dan Windows 8 Pro tidak dilengkapi dengan aplikasi Microsoft Office dan ditujukan untuk perangkat dengan prosesor berarsitektur x86 dan x64. Adapun Windows RT sudah dilengkapi dengan aplikasi Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint, dan OneNote, tanpa Outlook) dan sudah dibundel (pre-installed) bersama komputer atau tablet berarsitektur prosesor ARM.

Sementara itu, Andreas juga menyatakan bahwa Microsoft akan menghentikan dukungan dan pembaruan terhadap Windows XP pada April 2014. Situs Wikipedia menyebutkan, OS yang telah berumur 11 tahun tersebut akan "dipensiunkan" pada 8 April 2014.

Menurut Andreas, hingga kini pengguna Windows XP masih cukup banyak. Dari 1,2 miliar pengguna Windows di dunia, sekitar 45 persen di antaranya masih menggunakan Windows XP. Microsoft menyediakan kesempatan upgrade kepada pengguna Windows versi XP, Vista, maupun Windows 7 ke versi Windows 8 Pro.

[via Kompas]

Bagaimana Media Sosial mengalihkan perhatian Anda di Tempat Kerja [Infographic]


Apakah social media sudah menghipnotis Anda? Tentu secara tidak Anda sadari. Dari sisi produktivitas kerja, banyak yang menuduh bahwa social media di tempat kerja hanya membuang-buang waktu saja, terutama ketika pekerjaan tidak ada hubungannya dengan social media.

Sebenarnya, seberapa parah kah Facebook dan Twitter menganggu waktu kerja manusia? NowSourcing mengkompilasi data dari berbagai sumber yang menghasilkan fakta-fakta menarik seputar seberapa banyak waktu terbuang akibat asyik dengan Facebook dan Twitter.

Ternyata, para karyawan secara tak sadar mengalami interupsi atau terhentinya aktivitas kerja akibat social media setiap 10,5 menit. Rata-rata mereka akan kembali bekerja semala 23 menit, untuk kemudian asyik kembali ber-Facebook atau ber-Twitter-ria.

Karyawan juga rata-rata mengalami 4 kali interupsi per jam untuk memeriksa social medianya. Lebih dari 40% karyawan mengaku mengalami gangguan mengerjakan tugas.

Sebanyak 45% pekerja merasa mereka harus melakukan banyak pekerjaan di waktu bersamaan. Padahal, pekerjaan yang dilakukan secara parallel membutuhkan waktu 30% lebih lama ketimbang yang dilakukan terpisah. Akibat dari interupsi pekerjaan ini, membuat Amerika harus menanggung biaya ekstra sebanyak 650 juta triliun dolar per tahun.

Rasanya tidak berlebihan juga, mengingat betapa tinggi trafik ke social media seperti Facebook dan Twitter. Bayangkan saja, ada 1 miliar posting per hari di Facebook. Para user Facebook rata-rata menghabiskan 405 menit untuk bergaul di sana setiap bulan.  Sementara ada  400 miliar twit terkirim di Twitter setiap harinya. Rata-rata setiap user Twitter menghabiskan waktu 89 menit per bulan untuk berkicau di aplikasi tersebut.

Bagaimana dengan Anda? Apakah cukup menghabiskan banyak waktu di social media sehingga banyak pekerjaan terlantar?

[via Mashable]

Orang yang Sering Melamun Tandanya Punya Otak Tajam

Setiap orang pasti pernah melamun dan berkhayal memikirkan masa depan atau sesuatu hal yang indah. Studi terbaru menunjukkan bahwa orang yang pikirannya sering melayang ternyata memiliki otak yang lebih tajam. Mengapa bisa begitu?

Studi terbaru menunjukkan bahwa orang yang sering melamun justru memiliki lebih banyak memori kerja di otak, yang memberinya kemampuan untuk dapat melakukan dua hal pada saat yang sama.

“Mereka yang memiliki kapasitas memori otak yang lebih tinggi melaporkan pikirannya lebih sering melayang (melamun) saat melakukan tugas-tugas sederhana, meskipun kinerja mereka tidak terganggu,” ujar Daniel Levinson, psikolog di University of Wisconsin-Madison, seperti dilansir Dailymail.

Dalam studi yang hasilnya sudah dipublikasikan dalam Psychological Science ini, peneliti meminta partisipan untuk menekan tombol saat merespons kata-kata yang muncul di layar komputer. Peneliti kemudian akan memeriksa secara berkala untuk menanyakan apakah pikiran partisipan sempat melayang alias melamun.

Pada akhir studi, peneliti mengukur kapasitas memori kerja partisipan serta juga memberikan skor untuk kemampuan mengingat serangkaian huruf diselingi dengan pertanyaan-pertanyaan matematika yang mudah.

Hasilnya, partisipan yang lebih banyak melamun justru yang kapasitas memori otaknya lebih tinggi.

Diperkirakan ini berkaitan dengan ruang kerja mental yang digunakan. Misalnya, ketika orang dapat menjumlahkan dua angka yang diucapkan tanpa perlu menuliskannya, tapi cukup dengan membayangkannya saja. Kapasitas ini telah dikaitkan dengan ukuran umum intelijen, seperti pemahaman membaca dan skor IQ.

Studi terbaru ini menggarisbawahi bagaimana memori kerja penting dalam memungkinkan otak untuk fokus pada masalah yang paling mendesak.

iOS 6 Terdownload 122% Lebih Cepat dari iOS 5


Produk baru Apple yaitu iPhone 5 dan iOS 6 telah mendapatkan banyak perhatian, dan hadir dengan sambutan yang baik. Selain beberapa kontroversi dengan apa yang ada di Maps baru, iOS 6 telah hadir dengan sangat baik di seluruh board jajaran iOS yang ada. Ketika mulai hadir awal pekan ini, pengguna Apple sangat bersemangat dan telah didownload oleh jutaan pengguna perangkat mobile Apple.


Setelah mendapatkan informasi dari laporan perusahaan analisis melalui TechCrunch yang menyebutkan bahwa pertumbuhan upgrade dan adopsi iOS 6 tumbuh begitu cepat hampir di seluruh Negara di dunia. Tingkat adopsi iOS 6 secara signifikan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan iOS 5, yaitu tercatat sekitar 122% lebih cepat. Hal ini juga disebabkan update yang tersedia over-the-air yang lebih sederhana, sehingga juta pengguna perangkat iOS dapat dengan mudah untuk upgrade ke iOS 6.

Kini pengguna perangkat mobile dari Apple dengan OS iOS sperti iPad, iPhone, dan iPod Touch dapat dengan mudah memperbaharui versi iOS ke iOS 6 melalui update OTA dan tidak membutuhkan kabel dan aplikasi iTunes, sehingga membuat proses ini sangat sederhana dan mudah untuk umum. Jika kita sudah menikmati iOS 5, kita hanya perlu koneksi WiFi untuk memperbarui versi iOS langsung di perangkat kita. Ini bisa menjadi sebab utama mengapa adopsi dan tingkat update iOS 6 capai angka yang besar – tapi itu tidak semua baik. iOS 6 membawa banyak fitur yang fantastis untuk semua orang. iOS 6 hadir dengan membawa update yang support untuk layar besar dengan ukuran 4 inci untuk iPhone 5, hadir dengan pembaharuan yang sangat baru, Passbook, Maps, dan fitur lain yang membuat iPhone dan iOS 6 sangat baik. Selain itu banyak pengembang memberikan pujian untuk update ini, mengatakan transisi telah hadir sangat halus dan dukungan untuk iOS 6 jauh lebih mudah.

Drop Test: iPhone 5 Lebih Tahan Banting Dibanding Galaxy SIII




Sementara banyak para Apple Fansboy melakukan pre-order dan beberapa telah mendapatkan iPhone 5 untuk pertama kalinya hari ini (untuk US), muncul banyak video drop tes (dijatuhkan) di YouTube. Salah satu drop tes yang menarik berasal dari orang-orang di Android Authority, yang mengadu iPhone 5 dengan Samsung Galaxy S III. Hasil dari tes pasti sangat mengejutkan, jadi drop tes ini adalah salah satu yang mungkin benar-benar akan ingin teman-teman Geeks lihat sebelum memutuskan untuk memilih membeli iPhone 5 atau Galaxy SIII.


Tes ketahanan dua smartphone ketika dibanting ini dibuat penurunan serealistis mungkin, ke-2 smartphone itu dijatuhkan dari berbagai ketinggian. Pertama, ponsel dijatuhkan dari ketinggian sekitar satu meter lebih untuk mensimulasikan pengguna menjatuhkan ponsel mereka ketika menariknya keluar dari saku mereka. Pada tes kedua, keduanya dijatuhkan dari ketinggian sekitar 1,5 meter lebih, yang mensimulasikan jatuh sementara kita hendak mengangkat telepon menjawab panggilan dengan ketinggian sekitar setinggi bahu orang dewasa. Dan yang ketiga, kedua smartphone setelah dijatuhkan dari ketinggian telinga, yaitu sekitar kurang lebih 2 meter. Dan paling akhir, iPhone 5 dijatuhkan dari ketinggian sekitar lebih dari 2 meter.


Setelah drop tes yang pertama, kedua smartphone masih tampak sama-sama bertahan. Meskipun di kedua smartphone mengalami beberapa goresan, tidak tampak kerusakan berarti pada layar. Tes kedua tidak begitu baik untuk Galaxy S III – sementara layar iPhone tetap tanpa cedera setelah tes kedua, Galaxy S III mendarat di pojok kiri atas, dan hancur bagian atas layar. Kabar baiknya adalah bahwa Touch Screen Galaxy S III masih berfungsi setelah drop tes yang ke dua ini.

Tes ketiga, Galaxy S III mengalami kerusakan bahkan lebih parah sementara iPhone 5 tetap dalam kondisi baik-baik saja. Penutup baterai dari Galaxy S III terbuka ketika telepon menghantam tanah, dan drop tes menyebabkan layar untuk Galaxy SIII retak bahkan lebih parah. Ketika tiba saatnya untuk menjatuhkan iPhone 5 dariketinggian lebih dari 2 meter, sekali lagi layar iPhone 5 tetap tidak terjadi apa-apa. Pada akhir dari segalanya, iPhone 5 sangat mengejutkan, dengan hanya beberapa goresan di sisi dan sudut serta sedikit penyok di bagian belakang yang terbuat dari aluminium .


Tentu saja, dengan drop tes itu selalu random. Terkadang ponsel akan turun di sudut, yang biasanya cukup untuk memecahkan layar, dan lainnya tidak, sehingga sulit untuk mengukur seberapa baik smartphone bertahan ketika jatuh. Namun, tes ini setidaknya telah memberi kita sedikit gambaran umum tentang bagaimana iPhone 5 cukup tangguh dan tahan banting, dan tampaknya aman untuk mengatakan bahwa iPhone 5 cukup sedikit lebih keras daripada iPhone sebelumnya. 

8 Tips Gunakan Email Lebih Beretika


Email kini merupakan bagian penting dari alat komunikasi di era modern. Hampir 98% pengguna internet memiliki dan menggunakan email sebagai media untuk komunikasi. Namun meskipun sudah menjadi media komunikasi masal di Internet, sayangnya masih banyak dari pengguna email belum tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika menggunakan email.

Nah pada postingan kali ini kami ingin membagikan 8 Tips gunakan email yang lebih beretika. 8 Tips gunakan email yang lebih beretika tersebut adalah sebagai berikut.

1. Set Up Signatures Untuk Perangkat Mobile

Buat tanda tangan atau Signature khusus untuk setiap account email kita yang kita akses melalui smartphone dan tablet. Signature fungsinya adalah untuk memberitahu orang lain bahwa email dikirim dari ponsel atau perangkat mobile.

Kenapa ini perlu? Sering kali pengguna email yang mengakses email melalui perangkat mobile mengalami kesulitan untuk mengetikkan pesan dengan baik. Muncul banyak kesalahan penulisan atau mungkin muncul kecenderungan menuliskan singkatan-singkatan di dalam pesan. Dengan menggunakan Signature, ini adalah cara yang tepat untuk meminta maaf untuk penulisan singkatan atau bahkan untuk kesalahan tata bahasa yang aneh atau salah ketik, tanpa harus menjelaskan dalam tubuh pesan.

Misalnya: Dikirim dari iPhone – maafkan jempol saya yang masih kikuk!

2. Gunakan Kode Akronim

Dalam sebuah organisasi, menentukan akronim atau kode pendek merupakan cara yang tepat untuk mempercepat proses email.

Menggunakan kode seperti di subjek email akan membiarkan penerima melihat, sekilas, apa yang perlu dilakukan, apakah hanya untuk diinfo saja, apakah email yang butuh waktu cukup lama untuk membaca, dll

Jika kita mengirimkan pesan yang sangat singkat, pertimbangkan untuk menulis keseluruhan dari catatan di baris Subjek email saja. Kemudian, menyimpulkan dengan kode “EOM” (End Of Message) untuk memmudahkan pembaca email dari kegiatan yang mengharuskan membuka email tersebut.

“RR” bisa menunjukkan “response required;” “NNTR” (no need to respond) merupakan kode untuk email info saja, dan “LONG” dalam subjek bisa untuk memberitahukan orang bahwa mereka mungkin butuh waktu lebih untuk membaca email, sehiingga pembaca dapat mengalokasikan waktu yang cukup, atau konektivitas yang layak , sebelum mencoba untuk membacanya.

Kita juga bisa membuat kode sendiri untuk kelompok atau untuk aturan pengiriman email di perusahaan.

3. Gunakan Signature yang sederhana

Jangan menggunakan format signature yang terlalu rumit di email kita. Format yang rumit, logo dan grafis lain sering sulit untuk diterjemahkan, sehingga menjadikannya sebuah lampiran yang cukup mengganggu atau gambar tidak akan ditampilkan di pesan.

Signature yang baik adalah signatur yang dibuat rata kiri, teks biasa, bersih dan sederhana mudah dipahami.

4. Jaga Email tetap Pendek

Menjaga email sesingkat mungkin dapat kita lakukan, sekalipun kita bisa saja punya lebih banyak waktu dan usaha di akhir untuk membuat kata-kata yang benar. Menjaga email tetap pendek adalah satu cara untuk berharap penerima tidak perlu bekerja keras saat membaca email ketika kita bisa mengkomunikasikan email secara baik, pendek, dan sopan.

Jika kita khawatir orang mungkin berpikir kita tidak sopan, menganggap pesan singkat dan link ke sebuah organisasi, kita dapat menjelaskan mengapa pesan kita buat begitu ringkas.

5. Jangan kirim email dengan File Attachment berukuran besar

Jangan mengirim email dengan lampiran file yang memiliki ukuran besar, kecuali kita secara khusus diminta untuk melakukannya. Lampiran dengan ukuran besar tak terduga dapat menghambat email di inbox, membuat hang perangkat mobile dan umumnya mengganggu semua pihak yang terlibat.

Gunakan layanan file-sharing terkemuka jika kita ingin mengirim file berukuran besar. Dengan menggunakan layanan file-sharing kita hanya membagikan link ke mana file-file dapat didownload melalui email.

6. Cantumkan Perkenalan diri dan Sapaan di Email

“Dear” adalah salah satu kata pembuka yang baik jika kita mengirim email orang dekat atau telah diperintahkan untuk menulis surat email resmi dalam kasus aplikasi pekerjaan, jika tidak, kita tidak perlu untuk menambahkan kata Dear di email untuk sapaan awal. Dan jika kita mau kirim email ke orang yang baru atau belum kita kenal, tambahkan perkanalan di bagaian awal email.

“Halo”, “Hi” adalah kata yang tepat untuk digunakan dan umum dipakai sebagai sapaan awal untuk memulai pesan di email.

Demikian juga, jangan menambahkan ucapan perpisaan secara otomatis dengan memanfaatkan fitur signatur di email. Kenapa demikian, kadang ucapan perpisaahan di email ada kemungkinan tidak selalu cocok untuk semua situasi.

7. Beritahukan jika hendak balas emailnya lama

Kebanyakan pengguna email tidak menyadari bahwa penerima email dari kita ada kemungkinan penerima akan langsung membalas email dan mengharapkan balasan lagi dari kita. Jika setelah kita mengirim email kemudian kita hendak bepergian dalam jangka waktu yang cukup lama dan tidak bisa balas email, ada baiknya kita memberitahukan di email bahwa email balasan akan dikirim sedikit lama karena sedang tidak ada di meja kerja atau tengah bepergian. Intinya jangan biarkan orang menunggu balasan email kita yang memang harus segera mendapatkan respons.

8. Pertimbangkan apakah email merupakan media komunikasi yang kita perlukan.

Selalu pertimbangkan apakah email adalah media komunikasi yang tepat, terutama jika kita menginginkan respon yang cepat. Aturan praktis yang baik: Jika itu akan memakan waktu lebih lama untuk menulis email daripada mengangkat telepon, maka mengapa tidak hanya menelepon?

Instant messaging merupakan pilihan lain untuk pesan singkat, sederhana apabila kita butuh komunikasi dengan tanggapan yang cukup cepat.

Dan akhirnya, jika kita berada di gedung yang sama atau, bahkan lebih lagi di ruangan yang sama dengan orang yang akan kita kirim email, mengapa kita tidak hanya berjalan dan berbicara face-to-face dengan dia langsung?

[via Mashable]


Facebook Tes Fitur Sinkronisasi Foto untuk Smartphone Android


Facebook dikabarkan sedang menguji fitur barunya. Sebuah fitur yang secara otomatis syncs foto yang kita ambil dengan smartphone Android kita ke akun Facebook kita. Fitur ini bernama “Photo Syncing,” fitur sikronisasi foto kita dan menyimpannya secara pribadi, memungkinkan kita untuk kemudian masuk ke Facebook dan memutuskan mana gambar yang kita ambil dan ingin membagikannya ke teman-teman melalui Facebook.



Mirip dengan fitur sudah tersedia di Google, pada halaman Bantuan, Facebook mengatakan bahwa fitur tersebut saat ini hanya masih dalam tahap uji coba, dan baru tersedia untuk beberapa orang yang menggunakan Aplikasi Facebook terbaru untuk Android. Facebook akan otomatis sinkronisasi gambar yang kita ambil “segera setelah kita menjepretnya,” Namun, aplikasi ini juga memperhitungkan tingkat konsumsi baterai pada ponsel kita dan pengaturan sinkronisasi kita sebelum mulai upload.

Misalnya, kita dapat mengatur aplikasi untuk hanya melakukan sinkronisasi foto saat kita terhubung ke jaringan Wi-Fi, bukan menggunakan jaringan data yang akhirnya berpotensi membuat kouta langganan data kita habis hanya karena sinkronisasi semua foto melalui jaringan selular. Namun kita juga bisa memilih pilihan untuk sinkronisasi foto melalui jaringan data selular. Foto yang disinkronisasikan melalui jaringan data selular akan disinkronisasikan pada ukuran yang lebih kecil (sekitar 100k), untuk mengurangi konsumsi data yang berlebihan.

Kita dapat memeriksa apakah kita memiliki fitur ini dengan pilih ‘Foto’ pada Timeline yang ada dalam Aplikasi Facebook untuk Android dan melihat apakah ada pilihan ‘Photo sync’ tersedia di sana. Dan apabilsa kita tidak menginkan semua koleksi foto hasil jepretan kita diupload ke Facebook, kita juga bisa menonaktifkan fitur Photo.


[via The Verge]


Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.