India Salip Jumlah Pengguna Facebook Indonesia

 Indonesia sudah lama didapuk sebagai pengguna Facebook ke-2 terbesar di dunia setelah Amerika Serikat. Namun kini India berhasil menyalip Indonesia dan mengambil alih posisi tersebut.

Menurut data statistik terbaru dari Socialbakers, India kini menggantikan posisi Indonesia sebagai pengguna Facebook kedua terbesar di dunia dengan jumlah 43,49 juta. Sedangkan peringkat Indonesia kini bergeser ke peringkat 3 dengan jumlah pengguna Facebook 43,06 juta, hanya selisih empat ratus ribuan user saja dari India. Di puncak teratas, masih diduduki oleh Amerika Serikat dengan total pengguna Facebook mencapai 155,7 juta.

Jika diperhatikan, jumlah kenaikan pengguna Facebook di India sangat signifikan. Pada bulan Juni 2010 saja, jumlah pengguna Facebook di India baru mencapai 18 juta. Setahun kemudian, pada bulan Juni 2011, jumlah pengguna India naik drastis menjadi 34 juta. Rata-rata, jumlah pengguna Facebook di India bertambah 50.000 user setiap harinya dalam 7 bulan terakhir.

Sama seperti di Indonesia, dilihat dari sisi usia, mayoritas pengguna Facebook di India saat ini didominasi oleh anak muda berusia 18 – 24 tahun, dengan prosentase 49 persen, disusul usia 25 – 34 tahun sebanyak 27 persen.

Facebook sendiri saat ini telah membuka pusat layanan (support center) di Hyderabad, India. Ini adalah kantor pertama Facebook di Asia.

Setelah Amerika Serikat, India dan Indonesia, negara lain yang masuk dalam daftar 10 negara dengan jumlah pengguna Facebook terbanyak adalah: Brazil (37,9 juta), Meksiko (32,03 juta), Turkey (31,24 juta), Inggris (30,24 juta), Filipina (27,59 juta), Perancis (23,59 juta) dan Jerman (22,60 juta).
 
[via mydigitalfc]

Benua Manakah Penyumbang Facebooker Terbanyak?

Kepopuleran Facebook belumlah pudar. Penggunanya bahkan makin meroket dalam hitungan jam dan hari hingga menembus angka 637 juta user. Bagaimanakah perkembangan pengguna Facebook di tiap-tiap benua serta negara mana sajakah yang paling progresif kenaikannya dalam rentang waktu 6 bulan?

Mengacu pada SocialBakers yang menghitung data statistik pengguna Facebook berdasar benua, didapatlah hasil sebagai berikut. Benua Afrika dinobatkan sebagai benua paling dinamis karena dalam kurun waktu 6 bulan, lebih dari 50% user baru dari 25 juta total Facebooker di sana muncul. Di benua tersebut, pertumbuhan Facebooker yang sangat kencang dialami oleh Mesir (mengingat revolusi Januari lalu) di mana terdapat 1,6 juta user baru, diikuti oleh Nigeria (1,4 juta user ) dan Afrika Selatan (750 ribu user).

Benua kedua yang paling dinamis terkait jumlah pengguna Facebook ialah Asia dengan India menjadi negara paling cepat pertumbuhannya (9 juta user). Indonesia menyusul dengan pertambahan pengguna Facebook baru sebanyak 8,2 juta user, kemudian disusul Filipina (6,6 juta user).

Amerika Selatan duduk di posisi ke-3 dengan Brasil yang tercatat paling besar pertumbuhannya yakni 7,1 juta user baru, lalu Argentina (2 juta) dan Peru (1,8 juta user). Amerika Utara serta Amerika Tengah memproduksi pengguna Facebook baru sebesar 18% di mana Amerika menjadi juaranya (20 juta user), diikuti Meksiko (7 juta user) dan Kanada (1,4 juta user).

Bagaimana dengan di Eropa? Negara yang paling cepat pertumbuhan Facebookernya ialah Jerman. Dalam 6 bulan, user barunya mencapai 5,2 juta, kemudian Polandia (2,45 juta) lalu Spanyol (1,8 juta).

Dengan hanya 5,1% prosentase pengguna user baru, Australia dinobatkan jadi benua yang paling lamban pertumbuhan Facebookernya. Facebook di benua tetangga kita tersebut hanya memperoleh 381 ribu user baru dan New Zealand dengan 97 ribu user.

Dari data statistik yang dihimpun SocialBakers tersebut bisa disimpulkan bahwa Afrika dan Asia menyumbang pengguna Facebooker yang paling banyak serta dinamis. Nama Facebook makin tenar terutama akhir-akhir ini di mana ia menjadi media berkekuatan besar yang berperan dalam gerakan sosial dan revolusi di Mesir dan negara-negara lainnya.

[via Stumbleupon]

Pengguna Ponsel Negara Berkembang Melesat 1500%!


Remaja di negara berkembang lebih menggilai ponsel ketimbang negara maju. Apa ya artinya? Sudah bukan rahasia bahwa penggunaan ponsel di kalangan remaja sudah sedemikian menggila. Tapi, apa betul remaja di negara berkembang lebih gila ponsel ketimbang remaja di negara maju?

“Ada lebih dari 6 miliar pengguna ponsel hari ini. Tapi angka tersebut akan melebihi jumlah populasi manusia dunia,” demikian menurut laporan World Bank baru-baru ini. Padahal 12 tahun lalu hanya ada kurang dari 1 miliar pengguna ponsel di seantero dunia. Kini, tiga per empat dari seluruh populasi dunia memiliki akses ke ponsel.

Pengguna ponsel di negara berpenghasilan rendah dan menengah telah mengalami lonjakan lebih dari 1500% sejak tahun 2000 dan 2010. Tentu saja besar kemungkinan bahwa 1 orang memiliki lebih dari 1 ponsel atau 1 nomor.

Komunikasi suara masih menjadi penggunaan utama berponsel, kemudian disusul dengan SMS atau pesan teks. Pada tahun 2010 saja, hampir 5 triliun pesan teks terkirim. Layanan ini setidaknya berkontribusi 80% bagi pendapatan pihak operator, yang setara dengan 106 miliar dolar AS.

Siapakah yang membuat ponsel digilai di negara berkembang? Ternyata para remaja belia. Di negara berkembang, sebanyak 29% pengguna ponsel adalah remaja berusia di bawah 15 tahun. Sementara di negara berpenghasilan tinggi, pengguna ponsel usia belia hanya ada 17% saja. Fakta ini menunjukkan bahwa negara berkembang telah bertumbuh menjadi lebih kaya, sehingga lebih banyak orang dapat memiliki ponsel untuk lebih dari sekadar bertelepon.

Menurut World Bank, ini berarti cukup besar bagi negara-negara berkembang, sebab dapat menciptakan lebih banyak kesempatan bagi lapangan kerja dan pendidikan.

Seiring dengan makin banyaknya pengunaan ponsel, maka harga ponsel pun kian terjangkau. Jumlah jaringan juga berlipat ganda dalam penyediaan bandwidth setiap 18 bulan, meluas ke area pedesaan. Ini artinya akses internet lebih banyak, dan aplikasi yang diunduh pun bertambah. Fakta ini, menurut para studi, mampu memperkuat jumlah pengguna dan meningkatkan kemampuan ekonomi.

[via Mashable]

30% Populasi Dunia = Warga Dunia Maya


Pernah merasa penasaran, berapa banyak orang online di seantero dunia ini? Apa yang mereka lakukan? Go-gulf.Com merangkai sejumlah data dari beberapa riset statistik online, dan mendesainnya menjadi sebuah infografik menarik. Riset ini melibatkan sebanyak 30% dari populasi dunia yang sudah menjadi warga dunia maya. Mereka coba menyibak, apa saja yang dilakukan warga cyber ini.

Ya, ternyata populasi dunia maya saat ini sudah mencapai lebih dari dua miliar orang, tepatnya 2.095.006.006 orang, atau mewakili 30% dari populasi global secara keseluruhan. Dari angka tersebut, rata-rata menghabiskan waktu 16 jam per bulan untuk mengakses internet. Tapi di Amerika Serikat sendiri, bisa menghabiskan waktu 32 jam sebulan atau dua kali lipatnya.

Nah, dari warga cyber itu, dari negara mana saja mereka berasal? Masih didominasi negara maju. Sebanyak 85% warga Inggris sudah bisa menikmati fasilitas sebagai warga dunia maya. Disusul kemudian oleh Jerman (81%), Prancis (80%), Amerika Serikat (79%), Rusia (43%). Baru kemudian di belakangnya ada Brazil (40%), China (34%), Nigeria (28%), dan India (7%).

Apa saja yang mereka lakukan di internet?  Situs jejaring sosial ternyata menjadi yang paling menarik perhatian. Ini terbukti dengan paling banyaknya situs-situs social media diakses, yakni sebanyak 22%. Lalu orang juga suka melakukan pencarian di search engine (21%), atau sekadar membaca-baca konten web (20%). Aktivitas lain yang cukup banyak dilakukan di internet adalah saling berkirim email dan komunikasi (19%), mengunjungi situs multimedia (13%), dan berbelanja online (5%).

Google masih menjadi situs yang paling banyak diklik, yaitu dengan unique visitor 153.441.000 per bulan. Tempat kedua diduduki oleh Facebook, 134.664.000 per bulan. Baru kemudian disusul Yahoo. MSN, YouTube, AOL, Wikipedia, Apple, dan Ask.

Selain data statistik di atas, ada juga sejumlah fakta menarik yang tersibak. Yaitu sebanyak 56% user Facebook menggunakan Facebook untuk memata-matai temannya atau orang lain. Pengguna Facebook di Brazil terbukti memiliki rata-rata teman paling banyak, yakni 481 terman per orang. Sedangkan user Facebook Jepang mempunyai teman paling sedikit, hanya 29 per orang orang.

Ternyata orang di China paling banyak menghabiskan waktu buat online shopping, yaitu 5 jam per minggu. Fakta menarik lain, dalam sehari terkumpul 1 miliar data hasil search di Google.  Dari social media, ada 250 juta twit perhari di Twitter, dan 800 juta update Facebook per hari.  Dan cukup banyak pula orang yang senang mengunggah film ke internet, terbukti ada 60 jam durasi film diunggah ke YouTube setiap 1 menit.  Yang menonton pun tidak kalah banyaknya, sebab ada 4 miliar view per hari di YouTube. Wow, cukup sibuk juga ya warga dunia online kita setiap harinya.
 
[via socialmediaportal]

Ada 6 Miliar Ponsel Aktif di Seluruh Dunia!


Tahukah Anda, saat ini sudah ada setidaknya 6 miliar ponsel yang aktif di seluruh dunia, bahkan lebih. Demikian data yang dilansir oleh International Telecommunications Union (ITU). Sementara jumlah populasi manusia sedunia adalah 7 miliar orang. Berarti,  rata-rata nyaris semua manusia memiliki ponsel. Faktor utama mengapa ponsel jadi semacam alat yang wajib dimiliki adalah karena biaya data mobile dan harga ponsel itu sendiri terus mengalami menurunan, sehingga makin terjangkau oleh banyak orang di negara berkembang.

Laporan dari Ars Technica berdasarkan data tahunan ITU menggambarkan bagaimana teknologi mobile saat ini tengah mengubah wajah dunia. Di negara seperti Brazil, Ghana, Rwanda dan Kenya, adopsi ponsel telah berkembang mencapai dua digit pada tahun 2011. Sementara di China dan India pelanggan ponsel sudah mencapai 1 miliar di masing-masing negara tersebut.

Teknologi mobile juga membantu orang-orang di negara berkembang bisa mendapatkan akses online. Rata-rata biaya untuk broadband di suatu rumah sudah menghabiskan 40% dari income bulanan sebuah keluarga di negara berkembang. Dan semakin lama biaya broadband mobile kian mudah dan mudah diakses, setidaknya bagi paket data terbatas. Adopsi broadband mobile sudah mencakup 32% secara global, dan 24% di negara berkembang pada tahun 2011.

Dan semua angka-angka itu akan terus bertuumbuh.  Asal tahu saja, studi yang dilakukan oleh Gartner memprediksikan setidaknya ada 1 miliar smartphone yang siap dipasarkan ke seantero dunia pada 2012. Sedangkan data dari Canalys memperlihatkan pada tahun 2011 jumlah ponsel pintar yang terjual lebih banyak ketimbang PC. Sementara Cisco memperkirakan bahwa pada akhir 2012 jumlah smartphone di planet bumi akan lebih banyak dari yang pernah dipikirkan manusia selama ini.

Negara mana yang dianggap cukup mampu mengadopsi teknologi informasi paling canggih? Ternyata jawabannya adalah Korea Selatan. Sementara Amerika Serikat justru ada di urutan ke-14. Indonesia sendiri berada di urutan 101, di bawah Afrika Selatan, dan di atas Kenya.
 
[via Mashable]

Akan Ada 1,2 miliar Smartphone & Tablet di 2013


Siapa sebenarnya peminat smartphone dan tablet PC? Jika Anda menjawab remaja, maka Anda salah. Ternyata peminat utama dua perangkat yang tengah naik daun itu adalah kaum pebisnis. Ya, menurut perusahaan riset teknologi Gartner, para pekerja dan pebisnis adalah kalangan yang paling banyak membeli smartphone dan tablet PC. Bahkan diperkirakan akan ada 1,2 miliar perangkat tablet dan smartphone terjual pada 2013 mendatang.

“Budaya konsumerisme yang melanda dunia teknologi informasi tidak dapat dihentikan lagi,” komentar perusahaan tersebut. Kombinasi penjualan smartphone dan tablet PC menguasai 70% dari keseluruhan perangkat yang terjual pada 2012. Diperkirakan hingga akhir tahun ini total penjualannya mencapau 821 juta unit.

Baik smartphones  maupun tablet tidak akan menggantikan PC secara keseluruhan, namun popularitas dan efektifitas kedua perangkat tersebut telah mengubah cara orang menjalankan bisnis dan pekerjaannya,” komentar Carolina Milanesi, salah satu analis Gartner. Peningkatan penggunaan sistem operasi Android akan terus meningkat. Dibayangi oleh iOS, dan Windows 8. RIM dari BlackBerry. Bahkan pada 2016 bisa jadi Windows 8 akan berada di posisi ketiga setelah iOS dan Android.

Gartner juga memprediksikan bahwa 66% pekerja mobile akan memiliki smartphone-nya sendiri pada tahun 2016. Lebih dari setengah smartphone tersebut akan berbasis Android.

Perangkat berbasis Android dan  iOS telah menjadi perangkat utama yang dipakai untuk keperluan bisnis, bahkan mengalahkan BlackBerry. Penjualan tablet pada 2012 ini akan mencapai 13 juta unit, dan akan menjadi tiga kali lipat pada 2016.
 
[via PCWorld]

Bagaimana iOS & Android Menguasai Dunia


Tingkat adopsi konsumen terhadap perangkat iOS dan Android dikatakan merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah teknologi, demikian menurut laporan teranyar firma analisa Flurry.

Bahkan cepatnya adopsi pengguna teknologi smartphone dan tablet ini 10 kali lebih cepat daripada PC pada era 1980-an. Perangkat seperti iPhone, iPad, dan Android juga tiga kali lebih cepat diadopsi penggunanya ketimbang tingkat rata-rata bagaimana orang mengenal Facebook sejak social media tersebut dirilis pada 2007.

Pada bulan Juli 2012 saja, tersebar 640 juta unit perangkat berbasis iOS dan Android di seantero dunia. Flurry sendiri dapat mendeteksi 90% dari semua perangkat yang aktif di seantero dunia melalui database yang terdiri dari 200.000 aplikasi.

Negara mana saja yang memimpin dalam penggunaan perangkat-perangkat ini? Amerika Serikat masih yang teratas dengan jumlah 165 juta unit, disusul China dengan 128 juta unit. Pada sejumlah negara berkembang dan Amerika, diketahui 78% orang berusia 15-64 tahun menggunakan smartphone dan tablet. Negara seperti Brasil, Rusia, India, dan China (BRIC) disinyalir sebagai negara-negara dengan perkembangan jumlah penguna perangkat mobile tertinggi.

Negara BRIC tersebut mewakili 40% populasi dunia yang menjadi bagian dari perputaran ekonomu dunia yang sangat berpengaruh. Adopsi perangkat pintar di China berkembang lebih dari 400% sejak 2011 hingga 2012. Diikuti dengan Brasil, sebesar 220%, kemudian Rusia 189%, dan India 176%.

[via technewsdaily]

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.